Minggu, 23 September 2012

Sekilas Tentang Bahasa Indonesia


Bahasa Indonesia berasal dari bahasa Melayu. Bahasa Melayu merupakan salah satu bahasa daerah di nusantara. Disepakati menjadi bahasa persatuan karena bahasa Melayu merupakan lingua franca di nusantara. Sebaran bahasa melayu ini sangat luas, sudah sejak lama bahasa melayu dikenal di Nusantara. Bahasa melayu  merupakan bahasa resmi tulis yang digunakan di istana-istana dan dalam agama. Pada saat yang sama, bahasa Melayu merupakan bahasa yang digunakan untuk menjalankan tugas sehari-hari, bahasa perdagangan, dan bahasa bahasa interaksi masyarakat di pasar dan pelabuhan (Collins, 2005:32). Bahkan Reid (1998) menyimpulkan posisi khusus  dari bahasa Melayu yang menjadi bahasa perdagangan di Asia Tenggara. Mereka yang berjualan dan berdagang di pelabuhan-pelabuhan besar berbicara dalam bahasa Melayu seperti berbicara dalam bahasa mereka sendiri.
Berbagai prasasti atau naskah dengan menggunakan bahasa Melayu banyak ditemukan di berbagai tempat, antara lain: (1) Prasasti Kedukan Bukit di Palembang, tahun 683 M; (2) Prasasti Talang Tuo di Palembang, tahun 684; (3) Naskah Kota Kapur di Bangka Barat tahun 686 M; (4)prasasti Karang Brahi antara Jambi dan Sungai Musi, tahun 688 M yang bertulis pra-nagari dan bahasanya bahasa Melayu kuno merupakan petunjuk bahwa bahasa Melayu sudah dipakai sebagai alat komunikasi pada zaman Sriwijaya. Bahasa Melayu pada zaman Sriwijaya berfungsi sebagai bahasa kebudayaan (bahasa buku-buku,yang berisi aturan-aturan hidup dan sastra), sebagaimana dikemukakan di atas, bahwa bahasa Melayu digunakan secara serentak sebagai bahasa perhubungan antar suku yang berbeda, bahasa perdagangan, sekaligus bahasa kerajaan (Musaba, 2012: 4).  
Luasnya penggunaan bahasa Melayu merupakan alasan yang kuat bahasa ini diangkat menjadi bahasa persatuan, Bahasa Indonesia. Secara garis besar, Arifin dan Tasai (2002) menyatakan faktor penyebab pemilihan Bahasa Melayu menjadi bahasa Indonesia:
1.      Bahasa melayu merupakan lingua franca, bahasa perhubungan, dan bahasa perdagangan.
2.      Bahasa Melayu lebih sederhana, mudah dipelajari karena di dalam bahasa ini tidak mengenal tingkatan bahasa sebagaimana di dalam bahasa Jawa (ngoko, kromo, kromo inggil), atau perbedaan bahasa kasar dan halus seperti di dalam bahasa Sunda (kasar, lemes).
3.      Suku-suku di Nusantara, Suku Jawa, Sunda, dan  suku lainnya dengan sukarela menerima bahasa Melayu menjadi Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional.
4.      Bahasa Melayu mempunyai kesanggupan untuk dipakai sebagai bahasa kebudayaan dalam arti yang luas.
Keempat faktor penyebab diangkatnya bahasa Melayu menjadi bahasa Indonesia merupakan  kekuatan tersendiri yang menjamin persatuan bangsa dan kelangsungan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan yang akan merekatkan keutuhan bangsa Indonesia. Oleh karena itu, bangsa Indonesia sudah selayaknya menggunakan Bahasa Indonesia pada berbagai situasi, terutama situasi yang menghajatkan digunakan bahasa Indonesia.
Bahasa Indonesia saat ini memang sepenuhnya tidak sama dengan bahasa Melayu yang dulu merupakan cikal bakal bahasa Indonesia. Kini bahasa Indonesia sudah semakin berkembang. Sebagaimana gerak dan dinamika kehidupan bangsa Indonesia dan dengan adanya interaksi antar bahasa, baik dalam lingkup interaksi dengan bahasa daerah ataupun interaksi dengan bahasa-bahasa di dunia.
Bahasa Indonesia berkedudukan sebagai bahasa negara, sehingga segala administrasi pemerintahan disaranai dengan bahasa Indonesia. Selain itu bahasa Indonesia juga digunakan sebagai bahasa pengantar di berbagai lembaga pendidikan, atau di situasi resmi lainnya seperti seminar, diklat, rapat dll. Bahasa indonesia juga disebut sebagai bahasa kebudayaan. Dengan demikian, bahasa Indonesia dapat digunakan untuk merekam berbagai hasil budaya bangsa agar dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh semua lapisan masyarakat.
Semua anggota masyarakat menganggap penting bahasa Indonesia, menggunakan dan mengembangkannya. Terutama untuk berkomunikasi antar suku dengan latar belakang bahasa daerah yang berbeda. Hal ini tentu saja memberikan andil yang besar bagi terciptanya suasana pergaulan antar anggota masyarakat yang memiliki bahasa yang berbeda, karena mereka satu sama lain dapat berkomunikasi tanpa hambatan. Dengan menggunakan bahasa persatuan, sesama anggota masyarakat itu akan merasa sederajat, merasa satu bangsa yang besar, bahkan merupakan identitas bangsa yang membanggakan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar