Rabu, 20 Maret 2013

ANALISIS TEKS BERDASARKAN BUKU SINTAKSIS KARYA M. RAMLAN



1.      Pendahuluan
Sintaksis merupakan studi gramatikal antarkata yang menganalisis struktur satuan bahasa yang lebih besar dari kata, mulai dari frasa hingga kalimat (Sihombing dan Kentjono, 2005:122). Kridalaksana (2008:223) mengungkapkan bahwa sintaksis merupakan bagian dari subsistem bahasa yang mencakup pengaturan dan hubungan antara kata dengan kata, atau dengan satuan – satuan yang lebih besar itu dalam bahasa. Verhaar (2008:161) menganggap bahwa sintaksis membahas hubungan gramatikal antar kata dalam kalimat.
Menurut Ramlan (2005:19), sintaksis merupakan cabang ilmu bahasa yang membahas seluk beluk wacana. Satuan wacana tersebut terdiri dari unsur-unsur yang berupa kalimat, satuan kalimat terdiri dari unsur atau unsur-unsur yang berupa klausa, satuan klausa terdiri dari unsur-unsur yang berupa frase, dan frase terdiri dari unsur-unsur yang berupa kata.
Makalah ini akan menganalisis teks yang ditinjau dari tataran sintaksis menurut pengertian sintaksis yang diutarakan oleh Ramlan berdasarkan buku Sintaksis karyanya, dengan demikian pembahasan selanjutnya akan mengacu pada pengertian sintaksis berdasarkan pendapat Ramlan.
Langkah-langkah analisis yang akan dilakukan adalah sebagai berikut: (1) membagi sebuah wacana menjadi kalimat-kalimat dan menentukan jenis dari kalimat tersebut -kalimat berita/kalimat tanya/kalimat suruh-, (2) membagi kalimat-kalimat menjadi klausa-klausa, dengan diketahui klausa dalam kalimat, maka dapat ditentukan pula apakah kalimat merupakan kalimat sederhana ataupun kalimat luas -kalimat sederhana adalah kalimat yang di dalamnya hanya terdiri dari satu klausa, sedangkan kalimat luas merupakan kalimat di dalamnya terdiri dari dua klausa atau lebih-, (3) menentukan apakah klausa dalam kalimat merupakan klausa inti atau klausa bawahan, kemudian menganalisis klausa berdasarkan tiga dasar, pertama: berdasarkan fungsi unsur-unsurnya, kedua: berdasarkan kategori kata atau frase yang menjadi unsurnya, ketiga: berdasarkan makna unsur-unsurnya.
Analisis teks berdasarkan tataran sintaksis banyak dilakukan oleh para linguis maupun para pembelajar linguistik, dengan berbagai tujuan tertentu. Tujuan penulis disini adalah ingin mengaplikasikan teori sintaksis Ramlan pada suatu teks, yang dibatasi pada tataran kalimat hingga klausa.
Teks diambil salah satu tulisan media massa Lampung Post edisi selasa 9 februari 2010, yang berjudul Teknologi ERA Pulihkan Aroma Khas Kopi Lampung.
2.      Pembahasan
2.1.Teks
“Tujuan utama usaha kami adalah melayani para konsumen di Indonesia dengan menyediakan produk-produk dengan kualitas dunia dan inovativ,” kata Presiden Direktur Nestle Indonesia Arshad Chaudhry di 3 Degree, FX Plaza, senin (8-2).
Arshad menjelaskan teknologi baru itu dikembangkan oleh Nestle di salah satu Product Technology Center di Swiss. Teknologi itu diterapkan di Indonesia untuk menghasilkan aroma kopi lebih kuat dan rasa terbaik biji kopi Lampung. Sehingga, konsumen merasakan kepuasan nikmatnya kopi Nescafe.
“Berkat teknologi ini, kami dapat menawarkan kepada konsumen Indonesia secangkir kopi Nescafe dengan aroma lebih mantap dan rasa lebih nikmat dari biji kopi indonesia asal lampung. Kami sangat yakin bahwa produk baru Nescafe ini dapat memuaskan para konsumen Nescafe dan mampu memenangkan hati para penikmat kopi lainnya,” kata Arshad.
Manajer Eksekutif Bisnis Kopi dan Minuman Unit PT Nestle Indonesia Sebastian Joho mengatakan teknologi ERA menangkap aroma kopi yang menguap selama proses sangrai dan penggilingan, kemudian menyimpannya sampai akhir proses pengolahan lalu memasukkan kembali aroma kopi tersebut sebelum kopi cair diubah menjadi kopi bubuk.
Sementara itu, Prof. Dr. Deddy Muchtadi, guru  besar Fakultas Teknologi Pangan Institut pertanian Bogor (IPB), menjelaskan rasa produk terbaru itu dipengaruhi oleh aroma.
2.2.       Analisis
v  Kalimat
            Sebelum dianalisis, wacana pada teks diatas akan dipisah-pisahkan menjadi kalimat-kalimat, dan ditemukan delapan kalimat pada teks di atas:
1.      “Tujuan utama usaha kami adalah melayani para konsumen di Indonesia dengan menyediakan produk-produk dengan kualitas dunia dan inovativ,” kata Presiden Direktur Nestle Indonesia Arshad Chaudhry di 3 Degree, FX Plaza, senin (8-2).
2.      Arshad menjelaskan teknologi baru itu dikembangkan oleh Nestle di salah satu Product Technology Center di Swiss.
3.      Teknologi itu diterapkan di Indonesia untuk menghasilkan aroma kopi lebih kuat dan rasa terbaik biji kopi Lampung.
4.      Sehingga, konsumen merasakan kepuasan nikmatnya kopi Nescafe.
5.      “Berkat teknologi ini, kami dapat menawarkan kepada konsumen Indonesia secangkir kopi Nescafe dengan aroma lebih mantap dan rasa lebih nikmat dari biji kopi indonesia asal lampung.
6.      Kami sangat yakin bahwa produk baru Nescafe ini dapat memuaskan para konsumen Nescafe dan mampu memenangkan hati para penikmat kopi lainnya,” kata Arshad.
7.      Manajer Eksekutif Bisnis Kopi dan Minuman Unit PT Nestle Indonesia Sebastian Joho mengatakan teknologi ERA menangkap aroma kopi yang menguap selama proses sangrai dan penggilingan, kemudian menyimpannya sampai akhir proses pengolahan lalu memasukkan kembali aroma kopi tersebut sebelum kopi cair diubah menjadi kopi bubuk.
8.      Sementara itu, Prof. Dr. Deddy Muchtadi, guru  besar Fakultas Teknologi Pangan Institut pertanian Bogor (IPB), menjelaskan rasa produk terbaru itu dipengaruhi oleh aroma.
            Delapan kalimat di atas keseluruhannya merupakan kalimat berita, karena tidak ditemukan kalimat tanya ataupun kalimat suruh.
v Klausa
            Klausa adalah  satuan gramatik yang terdiri dari subjek dan predikat, baik disertai objek, pelengkap, maupun keterangan atau tidak.
            Analisis klausa berdasarkan fungsi-fungsinya, menurut Ramlan terdiri dari S (subjek), P (predikat), O (objek), PEL (pelengkap), dan KET (keterangan).
            Adapun analisis klausa berdasarkan kategori kata atau frase yang menjadi unsurnya, adalah sebagai berikut:
                        S          : N
                        P          : N/V/Bil/FD
                        O         : N
                        PEL    : N/V/Bil
                        KET    : Ket/FD/N
Keterangan:
N         : Nomina
V         : verba
Bil       : Bilangan
FD       : Frase Depan
Ket      : Keterangan
            Sedangkan analisis klausa berdasarkan makna unsur-unsurnya, meliputi beberapa unsur pengisi yang menyatakan makna pada predikat, subjek, objek (objek pertama dan objek kedua), pelengkap, dan keterangan.   
Adapun makna unsur pengisi pada predikat adalah:
-          Unsur pengisi P menyatakan makna ‘perbuatan’
-          Unsur pengisi P menyatakan makna ‘keadaan’
-          Unsur pengisi P menyatakan makna ‘keberadaan’
-          Unsur pengisi P menyatakan makna ‘pengenal’
-          Unsur pengisi P menyatakan makna ‘jumlah’
-          Unsur pengisi P menyatakan makna ‘pemerolehan’
Makna unsur pengisi subjek adalah:
-          Unsur pengisi S menyatakan makna ‘pelaku’
-          Unsur pengisi S menyatakan makna ‘alat’
-          Unsur pengisi S menyatakan makna ‘sebab’
-          Unsur pengisi S menyatakan makna ‘hasil’
-          Unsur pengisi S menyatakan makna ‘tempat’
-          Unsur pengisi S menyatakan makna ‘pengalam’
-          Unsur pengisi S menyatakan makna ‘dikenal’
-          Unsur pengisi S menyatakan makna ‘terjumlah’
Makna unsur pengisi Objek pertama adalah:
-          Unsur pengisi O menyatakan makna ‘penderita’
-          Unsur pengisi O menyatakan makna ‘penerima’
-          Unsur pengisi O menyatakan makna ‘tempat’
-          Unsur pengisi O menyatakan makna ‘alat’
-          Unsur pengisi O menyatakan makna ‘hasil’
Makna unsur pengisi objek kedua adalah:
-          Unsur pengisi O menyatakan makna ‘penderita’
-          Unsur pengisi O menyatakan makna ‘hasil’
Makna unsur pengisi pelengkap adalah:
-          Unsur pengisi PEL menyatakan makna ‘penderita’
-          Unsur pengisi O menyatakan makna ‘alat’
Makna unsur pengisi keterangan adalah:
-          Unsur pengisi KET menyatakan makna ‘tempat’
-          Unsur pengisi KET menyatakan makna ‘waktu’
-          Unsur pengisi KET menyatakan makna ‘cara’
-          Unsur pengisi KET menyatakan makna ‘penerima’
-          Unsur pengisi KET menyatakan makna ‘peserta’
-          Unsur pengisi KET menyatakan makna ‘alat’
-          Unsur pengisi KET menyatakan makna ‘sebab’
-          Unsur pengisi KET menyatakan makna ‘pelaku’
-          Unsur pengisi KET menyatakan makna ‘keseringan’
-          Unsur pengisi KET menyatakan makna ‘perbandingan’
-          Unsur pengisi KET menyatakan makna ‘perkecualian’
Mengacu pada pengertian tersebut, maka langkah selanjutnya adalah menganalisis klausa pada setiap kalimat:
1)      Kalimat pertama, merupakan kalimat luas karena terdiri dari tiga klausa:
1)      “Tujuan utama usaha kami adalah melayani para konsumen di Indonesia
2)      (dengan) menyediakan produk-produk dengan kualitas dunia dan inovativ
3)      kata Presiden Direktur Nestle Indonesia Arshad Chaudhry di 3 Degree, FX Plaza, senin (8-2)
Klausa ini merupakan klausa inti, dan berdasarkan fungsi dan unsur-unsurnya, pada klausa pertama tujuan utama usaha kami menduduki fungsi S, melayani menduduki fungsi P, para konsumen menduduki fungsi O, dan di Indonesia  menduduki fungsi KET, klausa pertama terdiri dari unsur S P O dan KET).
Antara klausa pertama dan klausa kedua dihubungkan dengan kata dengan yang menduduki fungsi keterangan. Klausa kedua terdiri dari unsur P O dan KET, S pada klausa kedua dihilangkan akibat penggabungan klausa. Kata menyediakan menduduki fungsi P, produk-produk menduduki fungsi O, dengan kualitas dunia dan inovativ menduduki fungsi KET. Klausa ini merupakan klausa inti.
Klausa ketiga pada kalimat pertama terdiri dari S P dan KET. Presiden Direktur Nestle Indonesia Arshad Chaudhry menduduki fungsi S, kata menduduki fungsi P, dan di 3 Degree, FX Plaza, senin (8-2) menduduki fungsi KET. Klausa ini merupakan klausa inti.
Sedangkan kategori kata atau frase yang menjadi unsurnya, dari tiap klausa dan makna unsur-unsurnya adalah sebagai berikut:
-          klausa pertama:

Tujuan usaha kami
melayani
Para konsumen
Di Indonesia
F
S
P
O
KET
K
FD
V
N
Ket
M
Hasil
Perbuatan
Penerima
tempat
-          klausa kedua

menyediakan
produk-produk
dengan kualitas dunia dan inovativ
F
P
O
KET
K
V
N
Ket
M
Perbuatan
Hasil
Cara
-          klausa ketiga

kata
Presiden Direktur Nestle Indonesia Arshad Chaudhry
di 3 Degree, FX Plaza, senin (8-2)
F
P
S
KET
K
V
FD
Ket
M
Keadaan
Pelaku
Tempat dan waktu

2)      Kalimat kedua, merupakan kalimat luas karena terdiri dari dua klausa:
1)      Arshad menjelaskan
2)      teknologi baru itu dikembangkan oleh Nestle di salah satu Product Technology Center di Swiss.
Klausa pertama pada kalimat kedua terdiri dari S dan P, yaitu Arshad menduduki fungsi S, dan menjelaskan fungsi P. Klausa ini merupakan klausa inti.
Sedangkan klausa kedua terdiri dari S P dan KET, teknologi baru itu menduduki fungsi S, dikembangkan menduduki fungsi P pasif, dan oleh Nestle di salah satu Product Technology Center di Swiss menduduki fungsi KET. Klausa ini merupakan klausa bawahan.
Sedangkan kategori kata atau frase yang menjadi unsurnya, dari tiap klausa dan makna unsur-unsurnya adalah sebagai berikut:
-          klausa pertama

Arshad
menjelaskan
F
S
P
K
N
V
M
Pelaku
Perbuatan
-          klausa kedua

teknologi baru itu
dikembangkan
oleh Nestle di salah satu Product Technology Center di Swiss
F
S
P
KET
K
FD
V
Ket
M
Pengalam
Keadaan
Pelaku dan tempat

3)      Kalimat ketiga, merupakan kalimat luas karena terdiri dari dua klausa:
1)      Teknologi itu diterapkan di Indonesia
2)      (untuk) menghasilkan aroma kopi lebih kuat dan rasa terbaik biji kopi Lampung.
Kalimat ketiga terdiri dari dua klausa, klausa pertama diawali dengan kalimat pasif yang terdiri dari S P dan KET. S: teknologi itu, P: diterapkan, KET: di Indonesia. Klausa ini merupakan klausa inti.
Antara klausa pertama dan klausa kedua dihubungkan dengan kata untuk yang menduduki fungsi keterangan. Pada klausa kedua terjadi penghilangan S akibat penggabungan klausa, jadi pada klausa ini hanya terdiri dari P O dan KET. P: menghasilkan, O: aroma kopi, KET: lebih kuat dan rasa terbaik biji kopi Lampung. Klausa ini merupakan klausa inti.
Sedangkan kategori kata atau frase yang menjadi unsurnya, dari tiap klausa dan makna unsur-unsurnya adalah sebagai berikut:
-          Klausa pertama

Teknologi itu
Diterapkan
Di Indonesia
F
S
P
KET
K
FD
V
N
M
Hasil
Keadaan
waktu

-          Klausa kedua

menghasilkan
aroma kopi
lebih kuat dan rasa terbaik biji kopi Lampung
F
P
O
KET
K
V
N
Ket
M
Pemerolehan
hasil
Cara

4)      Kalimat keempat, merupakan kalimat sederhana karena hanya terdiri dari satu klausa:
1)      Sehingga, konsumen merasakan kepuasan nikmatnya kopi Nescafe.
Kalimat keempat terdiri dari KET: sehingga yang mengawali kalimat, S: konsumen, P: merasakan kepuasan, KET: nikmatnya kopi Nescafe. Klausa ini merupakan klausa inti, karena dalam kalimat hanya terdapat satu klausa saja.
Sedangkan kategori kata atau frase yang menjadi unsurnya, dari tiap klausa dan makna unsur-unsurnya adalah sebagai berikut:

sehingga
konsumen
merasakan kepuasan
nikmatnya kopi Nescafe
F
KET
S
P
KET
K
Ket
N
V
FD
M
-
Penerima
Keadaan
Cara

5)      Kalimat kelima, merupakan kalimat sederhana karena terdiri dari satu klausa:
1)      Berkat teknologi ini, kami dapat menawarkan kepada konsumen Indonesia secangkir kopi Nescafe dengan aroma lebih mantap dan rasa lebih nikmat dari biji kopi indonesia asal lampung.
            Kalimat kelima diawali dengan KET berkat teknologi ini, kemudian terdiri dari S P O dan KET. S: kami, P: dapat menawarkan (verba transitif yang membutuhkan dua objek), sebelum objek didahului oleh kepada yang berfungsi sebagai keterangan; O1: konsumen Indonesia, O2: secangkir kopi Nescafe, dan KET: dengan aroma mantap dan rasa lebih nikmat dari biji kopi indonesia asal lampung. Klausa ini merupakan klausa inti, karena dalam kalimat hanya terdapat satu klausa saja.
            Sedangkan kategori kata atau frase yang menjadi unsurnya, dari tiap klausa dan makna unsur-unsurnya adalah sebagai berikut:

Berkat teknologi ini
kami
dapat menawarkan
kepada konsumen Indonesia
secangkir kopi Nescafe
dengan aroma lebih mantap dan rasa lebih nikmat dari biji kopi indonesia asal Lampung
F
KET
S
P
O1
O2
KET
K
Ket
N
V
N
N
Ket
M
Sebab
pelaku
Perbuatan
penerima
Hasil
perbandingan

6)      Kalimat keenam, merupakan kalimat luas karena terdiri dari empat klausa:
1)      Kami sangat yakin
2)      (bahwa) produk baru Nescafe ini dapat memuaskan para konsumen Nescafe
3)      (dan) mampu memenangkan hati para penikmat kopi lainnya
4)      kata Arshad.
Kalimat keenam terdiri dari empat klausa, klausa pertama terdiri dari S dan P. S: kami, P: sangat yakin. Klausa ini merupakan klausa inti.
Klausa pertama dan kedua dihubungkan oleh kata bahwa yang berfungsi sebagai keterangan, dan terdiri dari S P O, S: produk baru Nescafe ini, P: dapat memuaskan, O: para konsumen Nescafe. Klausa ini merupakan klausa bawahan, dalam hubungannya dengan klausa inti, klausa bawahan menduduki fungsi O.
Klausa kedua dan ketiga dihubungkan oleh penghubung dan. Pada klausa ketiga ini, terjadi penghilangan subjek akibat penggabungan klausa yang sudah disebutkan pada klausa sebelumnya yaitu produk baru Nescafe, jadi klausa ini terdiri dari P O. P: mampu memenangkan, O: hati para penikmat kopi lainnya. Klausa ini merupakan klausa inti.
Sedangkan klausa terakhir terdiri dari S dan P, Arshad menduduki fungsi S, dan kata menduduki fungsi P. Klausa ini merupakan klausa inti.
Sedangkan kategori kata atau frase yang menjadi unsurnya, dari tiap klausa dan makna unsur-unsurnya adalah sebagai berikut:
-          klausa pertama

Kami
Sangat yakin
F
S
P
K
N
V
M
Pelaku
Keadaan

-          Klausa kedua

produk baru Nescafe ini
dapat memuaskan
para konsumen Nescafe
F
S
P
O
K
N
V
N
M
Hasil
Keadaan
Penerima

-          Klausa ketiga

mampu memenangkan
hati para penikmat kopi lainnya
F
P
O
K
V
N
M
Keadaan
Hasil

-          Klausa keempat

kata
Arshad
F
P
S
K
V
N
M
Keadaan
Pelaku

7)      Kalimat ketujuh, merupakan kalimat luas karena terdiri dari enam klausa:
1)      Manajer Eksekutif Bisnis Kopi dan Minuman Unit PT Nestle Indonesia Sebastian Joho mengatakan
2)      teknologi ERA menangkap aroma kopi yang menguap selama proses sangrai dan penggilingan
3)      (kemudian) menyimpannya sampai akhir proses pengolahan
4)      (lalu) memasukkan kembali aroma kopi tersebut
5)      (sebelum) kopi cair diubah menjadi kopi bubuk.
Klausa pertama pada kalimat ketujuh terdiri dari S dan P, S: Manajer Eksekutif Bisnis Kopi dan Minuman Unit PT Nestle Indonesia Sebastian Joho, dan P: mengatakan. Klausa ini merupakan klausa inti.
Klausa kedua terdiri dari S P O dan KET. S: teknologi ERA, P: menangkap, O: aroma kopi, KET: yang menguap selama proses sangrai dan penggilingan. Klausa ini merupakan klausa bawahan, dalam hubungannya dengan klausa inti, klausa bawahan menduduki fungsi O.
Klausa kedua dan ketiga dihubungkan oleh penghubung kemudian. Pada klausa ketiga ini, terjadi penghilangan subjek akibat penggabungan klausa yang sudah disebutkan pada klausa sebelumnya yaitu teknologi ERA. Klausa ini terdiri dari P O dan KET, P: menyimpan, O: -nya (aroma kopi), dan KET: sampai akhir proses pengolahan. Klausa ini merupakan klausa inti.
Klausa ketiga dan keempat dihubungkan oleh penghubung lalu. Pada klausa keempat ini sebagaimana klausa ketiga, terjadi penghilangan subjek akibat penggabungan klausa yang sudah disebutkan pada klausa sebelumnya yaitu teknologi ERA. Klausa keempat terdiri dari P dan O, P: memasukkan kembali, dan O: aroma kopi tersebut. Klausa ini merupakan klausa inti.
Klausa kelima diawali dengan kata sebelum yang berfungsi sebagai KET, pada klausa ini terdiri dari S P dan PEL. S: kopi cair, P: diubah menjadi, PEL: kopi bubuk. Klausa ini merupakan klausa inti.
Sedangkan kategori kata atau frase yang menjadi unsurnya, dari tiap klausa dan makna unsur-unsurnya adalah sebagai berikut:

-          Klausa pertama

Manajer Eksekutif Bisnis Kopi dan Minuman Unit PT Nestle Indonesia Sebastian Joho
mengatakan
F
S
P
K
FD
V
M
Pelaku
perbuatan
-          Klausa kedua

teknologi ERA
menangkap
aroma kopi
yang menguap selama proses sangrai dan penggilingan
F
S
P
O
KET
K
FD
V
N
Ket
M
Alat
Perbuatan
Hasil
Cara
-          Klausa ketiga

menyimpan
-nya (aroma kopi)
sampai akhir proses pengolahan
F
P
O
KET
K
V
N
Ket
M
Perbuatan
Hasil
Cara
-          Klausa keempat

memasukkan kembali
aroma kopi tersebut
F
P
O
K
V
N
M
Perbuatan
Hasil
-          Klausa kelima

kopi cair
diubah menjadi
kopi bubuk
F
S
P
PEL
K
N
V
N
M
penderita
Keadaan
penderita

8)      Kalimat kedelapan, merupakan kalimat luas karena terdiri dari dua klausa:
1)      Sementara itu, Prof. Dr. Deddy Muchtadi, guru  besar Fakultas Teknologi Pangan Institut pertanian Bogor (IPB), menjelaskan
2)      rasa produk terbaru itu dipengaruhi oleh aroma.
Klausa pertama pada kalimat kedelapan diawali dengan KET: sementara itu, disusul dengan S: Prof. Dr. Deddy Muchtadi, KET: guru besar Fakultas Teknologi Pangan Institut pertanian Bogor (IPB), dan P: menjelaskan. Klausa ini merupakan klausa inti.
Klausa kedua merupakan klausa pasif yang terdiri dari S P dan KET. S: rasa produk terbaru itu, P: dipengaruhi, KET: oleh aroma. Klausa ini merupakan klausa bawahan, dalam hubungannya dengan klausa inti, klausa bawahan menduduki fungsi O.
Sedangkan kategori kata atau frase yang menjadi unsurnya, dari tiap klausa dan makna unsur-unsurnya adalah sebagai berikut:
-          klausa pertama

Sementara itu
Prof. Dr. Deddy Muchtadi
guru  besar Fakultas Teknologi Pangan Institut pertanian Bogor (IPB)
menjelaskan
F
KET
S
KET
P
K
N
N
FD
V
M
Waktu
Pelaku
Peserta
Perbuatan
-          klausa kedua

rasa produk terbaru itu
dipengaruhi
oleh aroma
F
S
P
KET
K
FD
V
N
M
Hasil
Keadaan
Sebab

3.      Kesimpulan
Sintaksis adalah bagian dari ilmu bahasa yang membahas tentang seluk beluk wacana, kalimat, klausa dan frase (Ramlan, 2005:18). Namun pada kajian ini hanya dibatasi pada kalimat dan klausa saja. Seperti yang telah dikemukakan bahwa analisis di atas bertumpu pada buku Sintaksis karya Ramlan.
Kalimat-kalimat di atas dideskripsikan berdasarkan pembagian kalimat sederhana dan kalimat luas. Kalimat sederhana merupakan kalimat yang di dalamnya hanya terdiri dari satu klausa, sedangkan kalimat luas merupakan kalimat di dalamnya terdiri dari dua klausa atau lebih. menurut Ramlan. Kemudian, klausa dibagi menjadi klausa inti dan klausa bawahan.
Klausa dianalisis berdasarkan tiga dasar, pertama: berdasarkan fungsi unsur-unsurnya, kedua: berdasarkan kategori kata atau frase yang menjadi unsurnya, ketiga: berdasarkan makna unsur-unsurnya.

Daftar Pustaka
Ramlan. M. 2005. Sintaksis. Yogyakarta: CV. Karyono.
Lampung Post. Rubrik Ekonomi Dan Bisnis: Teknologi ERA Pulihkan Aroma Khas Kopi Lampung. Edisi Selasa, 09 Februari 2010.
Sihombing, Liberti P. dan Djoko Kentjono. 2005. Sintaksis (Dalam Pesona Bahasa). Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Kridalaksana, Harimurti. 2008. Kamus Linguistik. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Verhaar, J.W.M. 2008. Asas-Asas Linguistik Umum. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.